1/04/2018

MAKALAH AL-AJMI



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
       Semua yang ada di alam ini merupakan ciptaan (makhluk) Allah SWT. Allah SWT mempunyaisifat-sifat yang agung, mulia, dan besar yang tidak terdapat pada semua rnakhluk-Nya. Oleh karena itu,semua makhluk-Nya harus menyembah kepada-Nya. Namun. sifat-sifatAllah SWT tersebut tidak hanyatergambar dalam sifat wajib-Nya, melainkan juga dari nama-nama baik yang menyertai-Nya (Asma’ulHusna).
Firman Allah SWT dalam QS Al Hasyr ayat 24 :
“Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang  Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada dilangit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
Apabila seseorang menyatakan diri mencintai Allah SWT, maka hal ini bisa dibuktikan dari seberapasering ia menyebut nama-Nya. Menyebut Allah SWT dapat dilakukan dengan menyebut kalimat¬kalimattayyibah atau menyebut nama-nama Allah SWT dalam Asmaul Husna. Keduanya merupakan proses zikir (mengingat) kepada Allah SWT.
Firman Allah SWT dalam Alquran :
“Hanya milik Allah asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu.”(QS. Al A’raaf : 180)
Berdasarkan ayat di atas, kita diperintahkan untuk selalu menyebut nama-nama Allah SWT yangterhimpun dalam Asmaul Husna. Semua kegiatan yang dilakukan sebaiknya didahului dengan menyebutnama-Nya (terwujud dalam kalimat basmalah). Allah SWT memerintahkan untuk menyebut-Nya denganAsmaul Husna sebagai pujian dan pengantar doa kepada-Nya. Dalam berdoa kita pasti meminta sesuatu.Dengan memuji nama-Nya terlebih dahulu, harapan akan terkabulnya doa kita tentu akan semakin besar.Dalam salah satu haditsnya, Rasulullah menjelaskan :
“Sesungguhnya Allah SWT mempunyai sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu,barang siapa yang menghafalkannya, maka ia akan masuk surga”. (HR. Bukhari)
Hal ini menunjukkan apabila kita mengenal Asma`ul Husna dengan bersungguh-sungguh,menghafal, kemudian memahami maknanya serta beribadah kepada Allah maka akan menjadi penguatiman yang paling besar, bahkan mengenal Asma` dan sifat-Nya merupakan dasar iman, di mana imanseseorang itu kembali kepada dasar yang agung ini























BAB  II
PEMBAHASAN

Pengetian Al-Jami
Jami’ berasal dari kata jama’ah yang artinya kumpulan, lebih dari satu, banyak. Allah bersifat al-Jami’ artinya Allah maha mengumpulkan/mempersatukan.
Selain Allah akan mengumpulkan kita nanti pada hari kiamat, Allah al-jami’ juga dapat kita buktikan dalam kehidupan ini.
Itulah asma Allah al-Jami’. Ada dua pelajaran yang dapat kita petik dari asma Allah al-Jami’.
Pertama Allah akan mengumpulkan kita nanti pada hari Akhir. Kedua, sebagai khalifah, wakil yang dipercaya Allah untuk mengatur kehidupan alam semesta ini. Kita harus membumikan al-Jami’ dalam kehidupan. Kita harus menjadi katalisator untuk terbentuknya persatuan dan kesatuan mahkluk-makhluk Allah sehingga menjadi satu kesatuan sIstem kehidupan yang harmonis dan saling membutuhkan. Jagalah persatuan dan kesatuan sistem kehidupan, bertanggungjawablah pada tugas dan fungsi masing-masing. Jangan merasa diri yang paling baik dan paling benar. Karena hanya Allah yang bisa memutuskan mana yang benar dan mana yang salah. Jangan sok tahu dengan menghakimi orang lain salah, dan kemudian kita menarik diri dari tugas dan fungsi kita dalam system kehidupan.
AlAdl
Kata al-adl di ambil dari kata ‘adalah yang mempunyai dua arti, yaitu lurus/sama dan bengkok/berbeda. Allah swt. memikili sifat Mahaadil bagi makhluk-Nya.
     Melalui sifatnya, Allah swt. memerintahkan kepada umat-Nya agar berbuat adil saat memberikan keputusan kepada sesama manusia, seperti:
a.       Besikap jujur dan adil
b.      Memberikan hak orang lain yang menjadi miliknya
c.       Menegakan keadilan dengan sepenuh hati
d.      Memberikan ilmu/kecerdasan kepada orang lain


v Contoh Perilaku Terpuji “Al-Jami’” 
Silaturrahim
Sebagai bentuk pemahaman dari nama Allah Al Jami yang berarti Allah Maha Mengumpulkan mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi seperti Manusia dikelompokkan dalam suku-suku dan bangsa-bangsa tertentu, maka Silahturahmi adalah cara menjaga bentuk dari asma Allah Al-Jami.  Istilah silaturrahim tersusun dari kata sillah (menyambung) dan rahimi (tali persaudaraan). Adapun maksudnya adalah usaha untuk menyambung, mengikat, dan menjalin kasih sayang atau tali persaudaraan antara sesama manusia, terutama dangan sanak keluarga (kerabat). Manusia pertama di alam semeata ini adalah Nabi Adam As dan Siti Hawa. Untuk itu semua manusia di muka bumi ini pada hakekatnya adalah saudara.
Perilaku Silaturrahim telah diterapkan oleh siswa-siswa di sekolah dalam bentuk masa orientasi siswa, dengan siswa baru mengumpulkan tanda tangan kakak kelasnya mereka telah menjalin silahturahim. Bentuk aplikasi lainnya adalah kelompok belajar siswa baik saat sekolah maupun usai sekolah. Dengan belajar kelompok dirumah salah satu anggota artinya tanpa disadari mereka telah menjaga hubungan baik antar anggota kelompok dan keluarga dari anggota kelompok. Masih banyak lagi bentuk-bentuk silahturahmi yang telah siswa terapkan. Dengan menjaga silahturahmi antara siswa dengan siswa, siswa dan guru, serta siswa dan orang tua maka meraka talah menjaga keutuhan dari kekuasaan Allah SWT atas Asma Al-Jami’. Maka dari itu kita sebagai umat islam, marilah kita jalin silaturrahim agar terciptanya tali persaudaraan antar sesama muslim.

v MENELADANI ASMAULHUSNA
1.    Kokoh Pendirian
Kokoh pendirian adalah sikap tidak mudah terpengaruh oleh pengaruh pihak lain. karena pendiriannya sesuai kebenaran ajaran islam. sikap kokoh pendirian di sebut juga dengan isthiqomah yang artinya langgeng dan kontinu di dalam melakukan kebaikan dan meninggalkan keburukan.
Setiap Umat Islam hendaklah senantiasa menegakkan, mengamalkan dan membela demi tegaknya ajaran agama islam. sikap ini menjadi bagian akhlakul karimah yang perlu di tegakkan dalam kehidupan sehari-hari. karena perilaku ini sangat di tekankan oleh Allah dan rasul
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah, maka mereka akan dibebaskan dari rasa takut dan kesedihan. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (Qs . Al-Ahqof: 13-14)
Agar menjadi penghuni surga, kebaikan yang di lakukan dari hari ke hari harus terus meningkat. kalaupun belum mampu, kebaikan yang telah di lakukan walaupun sedikit perlu di lakukan secara terus menerus
2.    Pemberi rasa aman
Pada saat Abu Bakar As-sidiq berada di dalam gua Tsur untuk menyelamatkan diri dari kejaran orang kafir Quraisy bersama Nabi Muhammad Saw. Ketika sedang hijraj ke madinah, abu bakar As-sidiq menangis karena takut. Nabi mengingatkan Abu Bakar As-sidiq bahwa Allah swt. Menjadmin keaman mereka berdua seraya berkata : "Wahai Abu Bakar. kamu jangan menangis, sesungguhnyya Alah swt selalu bersama kita.
Ucapan Nabi Muhammad Saw. tersebut, mampu memberikan rasa aman kepada Abu Bakar As-sidiq. hal senada terjadi ketika umat islam sedang marah dan meratapi kekalahan perang uhud melawan kaum kafir Quraisy. Malaikat Jibril memberikan penawan kepada Nabi Muhammad saw. di mana malaikat penjaga gunung akan mengangkat gunung Uhud dan di jatuhkan kepada orang orang kafir Quraisy sehingga mereka mati semua. Nabi menjawab tawaran tersebut dengan bijaksana : "Jangan malaikat Jibrin, sekarang Orang orang kafir memusuhi kami lantaran mereka belum tahu, semoga nanti dari anak anak mereka mau beriman, kalau tidak dari anak anak mereka mungkin cucu cucu mereka, sehingga mereka akan bersatu dengan kami." perkataan nambi Muhammad saw. ini mampu menurunkan kemarahan prajurit muslim, sekaligus menumbuhkan rasa aman. perilaku nabi muhammad saw menjadi sumber perilaku yang mampu memberikan rasa aman
3.    Tawakal
Menurut bahasa, lafal tawakal dari bahasa Arab artinya bersandar. menurut istilah, tawakalberarti sikap berserah diri kepada Allah swt. sete;aj ,e;akukan usaha secara maksimal. seorang yang bertawakal termasuk orang yang berakhlak mulia. barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka allah akan memberikal jalan keluar dari setiap persoalan hidupnya
4.    Adil
Adil berarti melakukan sesuatu sesuai atura yang berlaku, Bagi umat islam, di katakan berperilaku adil apabila yang di lakukan tetap sesuai dengan hukum islam. sikap adil merupakan bagian akhlakul karimah, sebagaimana Firman Allah Swt :
"sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berperilaku adil dan berbuat kebajikan....(Qs . An nahl/16 :90)
v Makna Asmaul Husna
Menurut bahasa, asma’ul husna berarti nama-nama yang baik, sedangkan menurut istilah berarti nama-nama baik yang dimiliki Allah sebagai bukti keagungan dan kemuliaan-Nya. Kemampuan Allah dalam menciptakan alam beserta isinya merupakan wujud dari Asmaul Husna yaitu Al-Aziz, Allah memiliki 99 nama yang indah atau lebih terkenal dengan sebutan Al-Asma-ul-Husna, termasuk di antaranya ialah Al-Gaffar, Al-Basit, An-Nafi’, Ar-Rauf, Al-Barr, Al-Hakim, Al-Fattah, Al-Adl, Al-Qayyum, dan seterusnya.

Nama-nama tersebut merupakan cerminan dari perilaku
Allah terhadap Hamba-Nya dan telah disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa Asmaul Husna sebagai bukti bahwa Allah maha perkasa dan maha bijaksana, untuk itu maka kita wajib mengamalkan Asmaul Husna ke dalam kehidupan sehari-hari.

Anjuran untuk berdoa menggunakan Asmaul Husna telah tercermin dalam firman Allah: “Hanya milik Allah Asma-Ul Husna, maka berdoalah kepadaNya dengan menyebut Asma-Ul Husna, dan tinggalkan orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapatkan balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (Surat Al-A’raf Ayat 180).

Dalam
Sifat Asmaul Husna-Nya Ia telah menujukan kebesaran-kebesaran yang masuk akal hingga yang tidak masuk akal, semuanya dapat dikehendaki oleh-Nya karena Allah Maha Kuasa di atas segala-galanya di jagat raya ini. Begitu banyak kemurahan dan nikmat yang diberikan kepada hamba-Nya tanpa pandang bulu. Semua Ia berikan, karena Allah adalah Dzat yang Maha Pengasih, Maha Pemurah lagi maha Memelihara.

Oleh karena itu sebagai hamba Allah yang taat dan patuh senantiasa akan mengamalkan sifat-sifat tersebut dalam kehidupan sehari-hari, serta meneladaninya sebagai wujud kecintaan kita terhadap Allah SWT.










BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
            Kita harus menyakini Asmaul Husna, Allah tentu saja bukan hanya menghafalkannya tetapi juga memahami , merenungi, dan mengaplikasikannya dengan kehidupan sehari-hari dengan cara melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya . pada bab ini kita akan mempelajari tentang Asmaul Husna yang meliputi pemgertian dan memahami Asmaul Husna , penjelasan selengkapnya sebagai berikut
Keutamaan asmaul husna ditegaskan oleh Rasulullah Saw dalam Hadist berikut :

لله تسعة وتسعون اسما من حفظها دخل الجنة ( رواه مسلم  : ۴۸۳۵ )
Artinya :
Sesungguhnya Allah Swt mempunyai 99 nama , barang siapa yang menghafalkannya , ia akan masuk surga. (HR. Muslim : 4853)
Yang di maksud dengan barang siapa yang menjaganya (من حفظها) sehingga seseorang bisa masuk surga , yaitu :
1.      Menghafalkan dan menguasai Asmaul Husna.
2.      Memahami makna dan kandungan yang ada di dalamnya .
3.      Menerapka mengaktualisasikan  atau mengimplementasikan ajaran atau nilai yang ada di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.





No comments:

Post a Comment